Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2016

Kisah Nyata: Akibat Memperlakukan Ibu Seperti Pembantu



Semoga Kisah Nyata: Akibat Memperlakukan Ibu Seperti Pembantu yang akan diceritakan dibawah ini bisa diambil pelajaran dan hikmahnya, Bahwa Ibu adalah manusia yang paling berhak untuk dimuliakan seorang anak.


Ada seorang pemuda yang suka bersikap kasar pada ibunya. Dia tak hanya suka marah-marah dan membentak ibunya, namun juga suka mencaci-memaki ibunya sendiri yang telah berusia lanjut. Dalam sujudnya, Sang Ibu tak henti-hentinya meminta pada Allah SWT agar Allah meringankan kekejaman dan anaknya.

Pemuda tersebut menjadikan ibunya seperti pembantu yang mengurusi segala keperluannya dari bangun tidur sampai beranjak tidur, sedangkan ibunya sendiri sudah uzur, Seharusnya sang anak lah yang harus mengurus dan membantu ibunya, Bukan sebaliknya.

Air mata sang ibu sering berlinang di kedua pipinya, berdoa dan mengharap pada Allah SWT agar memperbaiki jiwa anaknya dan menurunkan hidayah dalam hatinya.

Suatu ketika sang anak marah-marah pada ibunya dengan raut wajah kesetanan yang terlihat dari kedua matanya. Ia berteriak-teriak di dekat telinga ibunya,

“Apa ibu belum menyiapkan makananku juga?” teriak sang anak dengan wajah bengis.

Ibunya kemudian mempersiapkan dan menghidangkan makanan untuknya. Namun ketika dia melihat makanan yang tidak dia inginkan, maka dilemparnya makanan tersebut ke tanah.

Pemuda tersebut terlihat marah dan bergumam,

“Sungguh, musibah besar hidup dengan wanita yang sudah tua renta, aku tak tahu, kapan aku bisa hidup bebas darinya.”

Mendengan ucapan anaknya, Sang Ibu menangis sambil berkata,

“Anakku, takutlah pada Allah. Tidakkah kamu takut kepada Allah? Tidakkah kamu takut dengan murka dan siksaNya?”

Mendengar teguran ibunya, kemarahan pemuda tersebut semakin memuncak, dia pegang baju ibunya dan ia angkat seraya balik mengancam sang Ibu,

“Dengar, aku tidak butuh nasehatmu. Bukan aku yang mesti dibilang harus takut kepada Allah.”

Sesaat kemudian ia lemparkan tubuh ibunya ke tanah. Sang Ibu jatuh tersungkur, Tangisnya dibalas dengan tawa anaknya yang penuh dengan kesombongan,

“Kamu pasti akan mendoakan kecelakaan bagiku. Kamu kira Allah akan mengabulkan doa wanita sudah uzur macam kamu. Hah?!”

Kemudian ia keluar dari rumah sambil terus mencaci-maki ibunya. Sementara sang ibu, Pipinya berlinangkan air mata, menangis tanpa henti.

Anak durhaka tersebut kemudian menaiki mobilnya. Bergembira ria tanpa merasa berdosa sambil mendengarkan musik. Dia kencangkan suara musiknya. Dia lupa dengan apa yang telah diperbuatnya pada ibunya yang malang. Dia tinggalkan ibunya dalam keadaan menangis, bersedih hati karena kelakuannya, hati sang Ibu merasakan sakit yang sangat mendalam karena ulah anaknya.

Hari itu sang anak memang punya acara ke luar kota. Ketika mobilnya melesat di jalan raya dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba muncul seekor unta berdiri di tengah jalan. Dia kehilangan keseimbangan dan tak bisa mengontrol keadaan. Namun tak ada manusia yang bisa keluar dari jalan takdir.

Dalam kecelakaan maut tersebut, ada sebuah potongan besi mobil yang masuk ke perutnya, Namun ia tak langsung tewas. Allah SWT tangguhkan ajalnya. Dia selalu berpindah dari satu operasi ke operasi yang lain, hingga akhirnya hanya bisa terbaring di tempat tidur, tak mampu bergerak sama sekali. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)

Naudzubillah min dzalik,

Sahabatku, Ingatlah bahwa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh manusia setelah menyembah Allah SWT adalah BERBUAT BAIK PADA ORANG TUA. (Lihat QS. An-Nisa’: 36 dan QS. Al-Isra’: 23)

“Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, ia berkata: 'hadits ini shahih')

Baca Juga: Kisah Nyata Yang Bikin Merinding: Aku Rela Menikah Dengannya

Jika ingin hidup berkah, selamat dan sukses dunia akhirat, Perbaikilah adab pada orang tua, Hormati dan sayangi mereka sepenuh hati. terutama terhadap Ibumu, Insyaallah kita termasuk dari golongan orang-orang yang diperkenankan masuk surga dari pintu Birrul Walidain. Aamiin. 

Kamis, 07 April 2016

Resep Manjur Atasi Biang Keringat Bayi dari Jepang



Biang keringat pada bayi, itulah salah satu gangguan yang kerap membuat Mama repot,  meski tak sampai cemas. Nah, bila itu yang terjadi, ada resep manjur dari Ibu-ibu di Jepang untukatasi biang keringat pada bayi. Konon, ada seorang Mama yang mengeluh anaknya kena biang keringat di tanah air. Nah, sang mertua yang berasal dari Jepang segera meracik ramuan untuk mengatasi biang keringat, lalu tak berapa lama ia membaluri tubuh cucunya dengan larutan teh hijau dicampur garam. Tidak sampai setengah hari, biang keingat itu berangsur sirna. Apakah yang menyebabkan biang keringat ini sirna dalam waktu cepat? Ternyata ini rahasianya:
Apa Khasiat Garam dan Teh Hijau
Banyak masyarakat yang tahu, teh hijau sangat bermanfaat untuk melawan bibit penyakit. ia bisa menekan sekaligus membasmi bakteri dengan cepat. Tidak hanya itu. teh hijau juga berkhasiat pula dalam meredakan radang. Sementara, senyawa yang terkandung di dalam garam adalah Natrium Klorida yang berkhasiat menurunkan panas, detoksifikasi (menghilangkan racun), membunuh kuman dan meredakan radang. Itulah sebabnya perpaduan keduanya bukan hanya dapat membunuh kuman pada biang keringat, tapi juga dapat meredakan bengkak merah serta gatal-gatal yang ditimbulkan oleh biang keringat. Dalam upaya pencegahan, sebelum biang keringat tumbuh, dapat pula mandi menggunakan campuran teh hijau dan garam ini, berkhasiat untuk menimbulkan pertahanan tubuh terhadap biang keringat serta baik pula untuk perawatan kulit.
Bagaimana cara membuat air garam teh hijau?
Campurkan perbandingan teh hijau dengan garam dengan perbandingan 10 banding 1. Contohnya, 30 g teh hijau diseduh bersama 3 g garam dapur. Dapat menggunakan air mendidih terlebih dahulu untuk menyeduh teh kemudian barulah masukkan garam. Atau, dapat juga didihkan air bersama dengan teh hijau, terakhir baru masukkan garam serta dinginkan. Kemudian gunakan handuk bersih, celupkan pada campuram air garam teh hijau ini dan lap bagian tubuh yang diserang biang keringat. Atau dapat juga membasuh seluruh tubuh/mandi selama 10menit menggunakan air garam teh ini kemudian bilas menggunakan air bersih.

Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila mandi menggunakan air garam teh hijau:
1. Suhu air garam teh hijau pada saat mandi hendaklah hangat/suam-suam kuku. Jika suhu air terlalu rendah, pori-pori kulit serta pembuluh darah sang anak dengan natural akan mengkerut, pori-pori keringat akan terkatup sehingga air keringat tidak dapat keluar, akibatnya biang keringat menjadi lebih parah. Apabila suhu air terlalu panas, maka kulit akan terlalu terstimulasi, akibatnya biang keringat juga akan bertambah banyak.
2. Setelah mandi, sebaiknya jangan membaluri tubuh anak dengan bedak agar mencegah tercampurnya bedak dengan sisa air pada permukaan kulit sehingga menyumbat pori-pori.
3. Karena kondisi tubuh setiap anak tidak sama, bagi beberapa anak diperlukan beberapa hari bahkan seminggu menggunakan air garam teh hijau barulah terlihat efeknya. Dalam proses pemulihan biang keringat, sangatlah penting untuk langsung menyeka keringat hingga kering untuk mencegah timbulnya biang keringat yang baru.
Selain itu, air garam teh hijau juga memiliki 2 khasiat ajaib

1. Mencegah Heatstroke (sengatan panas)
Ketika cuaca panas menyengat, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat, tubuh pun akan banyak kehilangan kadar garam. Ketika sedang menyeduh teh, orang dewasa dapat menambahkan sedikit garam sebelum menikmatinya. Sering mengonsumsi air teh dengan garam dapat berfungsi mencegah heatstroke. Anak kecil berusia dibawah 3 tahun sebaiknya jangan mengonsumsi campuran ini, sementara bagi anak yang telah berusia di atas 3 tahun boleh mengonsumsinya sedikit saja, namun kadarnya haruslah sangat encer.
2. Mengobati penyakit kulit
Air garam teh hijau memiliki fungsi meredakan radang, ketika kulit anak timbul gatal-gatal, bintik-bintik merah, atau gumpalan ruam yang memerah, atau lainnya, pengobatan menggunakan air garam teh hijau dapat memberikan efek yang cukup signifikan.
(Ipoel/Cerpen.co.id)

Rabu, 30 Maret 2016

Tolong Share! Lakukan Ini Jika Anak Tersiram Air Panas!

Tolong Share! Lakukan Ini Jika Anak Tersiram Air Panas!


Anak-anak terkenal banget dengan tingkah lakunya yang energic dan gak bisa diem. Ada ajaaaa tingkahnya yang buat kita, sebagai orangtua, was-was. Lari kesana-kemari, lompat-lompatan, dll.


Selain jatuh, masih banyak resiko-resiko lain yang bisa dialami anak-anak jika sang orangtua kurang waspada atau memperhatikan seperti salah satu yang paling sering terjadi yaitu tersiram ait panas   

Ketika anak tersiram air panas, yang terpenting orangtua jangan panik. Lalu segeralah lakukan hal-hal ini:


Content Image



Sumber: Cerdas dan Kreatif's FB

Semoga bermanfaat ya untuk para orangtua

Kamis, 17 Maret 2016

Cara Cepat Hilangkan Bau dan Noda Ompol di Kasur


cara cepat dan mudah atasi bau ompol
Si kecil masih mengompol dan kerap meninggalkan jejak bau tak sedap di kasur? Kondisi ini adalah sesuatu yang wajar pada orangtua yang memiliki anak kecil.
Meski begitu, Mama gak perlu khawatir, sebab kini ada cara cepat dan mudah hilangkan noda dan bau ompol dari kasur. Mama hanya akan perlu beberapa bahan yang dapat ditemukan di rumah.
Berikut cara cepat hilangkan bau dan noda ompol di kasur anak:
- 250 ml dari 3% hidrogen peroksida (ditemukan di semua apotek)
- 3 sendok makan baking soda

- Setetes sabun cair atau deterjen pencuci piring

Anda perlu mempersiapkan campuran segera sebelum proses pembersihan karena maka itu adalah yang paling efektif.

Campur hidrogen peroksida dan soda bikarbonat. Ketika soda dilarutkan, tambahkan satu atau dua tetes sabun atau pencuci piring cair deterjen.

Aduk rata. Tuangkan cairan ke dalam botol semprot kosong.

Kocok botol dan semprot bagian yang kotor dari kasur.

Bagaimana menghapus noda dari kasur.

Tunggu sampai cairan dikeringkan, atau menggunakan pengering rambut untuk mempercepat proses. Setelah kasur penggunaan sikat kering untuk menghilangkan noda atau menggunakan vacuum cleaner untuk menghapus sisa-sisa soda bikarbonat.

Dengan cairan ini Mama akan membersihkan dan menyegarkan kasur.

Tipsehat.com

Rabu, 16 Maret 2016

SIAPA YANG TIDAK INGIN MENJADI IBU SEPERTI BELIAU ?



Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah formal layaknya anak-anak pada umumnya. Tapi ketiganya mampu menjadi anak teladan, dua di antaranya sudah kuliah di luar negeri di usia yang masih sangat muda. Saya cuma berdecak gemetar mendengarnya. Bagaimana bisa?
Namanya Ibu Septi Peni Wulandani.
Kalau kita search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban, untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau memilih untuk menikah, menerima lamaran tersebut.
Namun sang calon suami mengajukan persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya?
Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai cerita ini saja saya sudah gemeteran. Akhirnya beliau pun menikah.
Pernikahan yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di undangan pernikahan mereka pun tidak ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka akan memulai kuliah di universitas kehidupan. Mereka akan belajar dari mana saja. Pasangan ini bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang mereka kejar adalah gelar almarhum dan almarhumah. Subhanallah......Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan mencipta keluarga yang keren? Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga.
Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip dalam parenting adalah demokratis, merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitu pun untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya memberikan alternatif terbaik, lalu biarkan anak yang memilih.
Ibu Septi memberikan beberapa pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari ilmu kan?
Ibu Septi dan keluarga punya prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah, berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak harus punya project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?
Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap lingkungan, punya banyak project peduli lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka, masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla bla banyak lagi. Keren banget.
Saat kuliah di tahun pertama ia sempat minta dibiayai orang tua, namun ia berjanji akan menggantinya dengan sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual makanan door to door sambil mengajar anak-anak untuk membiayai kuliahnya.
Ara, anak kedua. Ia sangat suka minum susu dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia kemudian berternak sapi. Pada usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon turut membangun suatu desa. WOW! Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah kuliah di Singapura menyusul sang kakak.
Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang terbuat dari sampah. Keren!! Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20.
Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.
Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini, yaitu:
1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap demokratis kepada mereka adalah suatu keniscayaan.
2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan praktik nyata sejak kecil melalui project. Seperti yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya project yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang project tersebut.
3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “Kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan “false celebration”.
4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai anak dari orang tuanya yang memang sudah terkenal hebat.
5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!
6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai.
7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur. Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di suatu bank dan membangun berbagai bisnis bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama bekerja ia terapkan di bisnisnya.
8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar dengan cara homeschooling di mana ibu sebagai pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber, keluarga ini punya cara belajar yang disebut Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel, membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari selama magang.
9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe... Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti satu cinta
10. Punya kurikulum yang keren, di mana pondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.
11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik utama.
Ibu bertindak sebagai ibu, partner, teman, guru, semuanya. Daaaan masih banyak lagi.
Hhhhmmm... Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya generasi brilian bangsa.
Saya ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi pergi ke kantor sedangkan beliau hanya mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi tampilannya juga harus keren, bahkan punya kartu nama dengan profesi paling mulia: housewife.
So, masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please, housewife is the most presticious career for a woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan setiap pilihan punya konsekuensi. Jadi apapun kita, semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-anak generasi bangsa.
Dari kisah di atas, saya juga menarik kesimpulan bahwa seminar kepemudaan tidak melulu bahas tentang organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu belajar ilmu parenting untuk bekal dalam mendidik generasi penerus bangsa ini. Bukankah dari keluarga karakter anak itu terbentuk? Wallahua'lambisshawab.
Semoga ada yang bisa diambil pelajaran.

Selasa, 15 Maret 2016

Anak yang Sering Dibentak Berisiko Menjadi Bipolar



Bipolar adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan suasana hati yang mudah berubah. Kadang semangatnya meletup-letup, tapi kadang juga hilang tak bersisa. Gangguan ini dapat dialami anak dengan persentase sekitar 2-3 %. Gangguan kejiwaan ini perlu ditangani karena berisiko menurunkan prestasi akademis anak di sekolah, malas bersosialisasi, bahkan bila gangguan ini berlanjut hingga remaja, bisa berujung pada keinginan untuk bunuh diri. 
Nah, menurut dr. Natalia Widiasih, SpKJ (K), selain faktor genetika dan penyakit, bipolar juga bisa disebabkan oleh pola asuh salah. Utamanya pola asuh yang mengedepankan kekerasan. Kekerasan di sini tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul, tapi juga kekerasan verbal seperti membentak.  Demikian juga bila orangtua mengeluarkan kata-kata negatif yang merendahkan anak macam “Anak nakal!”, “Dasar pemalu!”, “Begitu saja enggak bisa!”  Semua itu bila dilakukan dalam jangka waktu lama serta terus menerus akan menyebabkan anak stres. “Sedangkan stres yang berkepanjangan tanpa diatasi berisiko menyebabkan bipolar,” tegas dokter yang akrab disapa Lia. Dengan kata lain, anak yang dibentak atau dimarahi berisiko menjadi bipolar. Demikian hasil diskusi yang diadakan oleh Eugenia Communication bekerja sama dengan salah sebuah perusahaan Farmasi, di hotel Shangri-La, Jakarta, beberapa hari lalu.  
Kehilangan Orangtua Perbesar Peluang Jadi Anak Bipolar
Lebih lanjut dokter yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan, kondisi rumah tangga juga berperan dalam menjadikan anak bipolar. “Sebuah riset mengungkapkan, anak yang kehilangan orangtua saat usianya dibawah 11 tahun dapat meningkatkan risiko menjadi bipolar,” ujar psikiater Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini. Dalam kondisi kehilangan ini, anak belum bisa mengontrol emosi dengan baik, sehingga ia akan dilanda kesedihan berkepanjangan, bahkan bisa berujung depresi. Depresi merupakan pangkal jadikan anak bipolar. 
Hal yang sama berlaku pada anak yang broken home. Di saat ia butuh limpahan kasih saying dari kedua orangtua, ia malah mendapatkan kondisi tragis, dimana kedua orangtua terlibat perselisihan besar yang membuatnya tertekan. Bila ia tidak menemukan solusi, maka ia akan mendapatkan tekanan besar. Semakin lama tekanan ini terjadi, maka gangguan bipolar telah menanti. 
Hindarkan Risiko Menjadi Bipolar
Hanya saja, perlu diingat, berbagai faktor di atas, mulai kekerasan, kehilangan orangtua, kondisi rumah tangga yang rusak, merupakan faktor risiko. Artinya, tidak berarti semua anak yang mendapatkan kekerasan akan menjadi bipolar, melainkan hanya risikonya saja menjadi lebih besar dibandingkan anak lain yang tidak mendapatkan kekerasan.  
Selain itu, sangat sulit menegakkan diagnosis bipolar pada anak. Orangtua maupun lingkungan hanya dapat mendeteksi risiko bipolar dengan ciri-ciri yang ada pada anak. Risiko bipolar pada anak ditandai dengan adanya gangguan mood, alias suasana hati yang mudah berubah. “Anaknya gampang banget ngambek atau sedih secara tiba-tiba, tapi kadang kalau gembira juga berlebihan.” 
Pada kesempatan yang sama, Dr. Ashwin Kandouw, SpKJ menuturkan, orangtua perlu hati-hati memvonis anak bipolar.  “Saat sedih, lihat dulu, apakah anak mendapatkan stressor atau perlakuan yang membuatnya sedih atau ngambek? Jika ya, berarti ia normal,” ungkap psikiater dari Sanatorium Dharmawangsa, Jakarta.  Selain itu, sangat sulit membedakan antara anak yang bipolar dengan anak yang menyandang ADHD atau gangguan pemusatan perhatian. “Dua-duanya sangat irritable dan sensitif, mudah tersinggung atau sedih saat mendapatkan respons negatif dari lingkungan. Diledek sedikit, langsung ngambek.” 
Ingat, gangguan bipolar biasanya muncul  15-20 tahun kemudian. Telatnya manifestasi itu timbul karena diduga pada usia 15 tahun kelenjar timus dan pineal yang memproduksi hormon yang mampu mencegah gangguan psikiatrik sudah berkurang 50%. 
Untuk itu, diagnosis ditegakkan setelah ia beranjak remaja atau dewasa. “Itu pun tidak mudah, harus dilakukan obervasi selama 2 tahun, sehingga dapat ditemukan, apakah ia menyandang gangguan bipolar atau tidak, atau justru mengidap gangguan jiwa lainnya.”   
Hal yang penting dilakukan orangtua, bila anak mengalami gangguan mood, silahkan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, sehingga dapat ditemukan solusi.

Rabu, 09 Maret 2016

ORANG TUA WAJIB TAHU! ANAK KELAS 6 SD NGERJAIN ADIK KANDUNGNYA. SI ADIK MALAH JADI KETAGIHAN


Curhat orang tua yang di tayangkan dalam acara Basa Basi di Trans TV. Bintang tamunya Bu Elly Risman. Ngeri sekaligus bikin sedih. Musibah paling bahaya adalah ketika kita ga sadar kalau dalam bahaya besar. Kurang lebih ini kesimpulannya. Untuk para orang tua, silahkan dibaca.
Apa yang beliau paparkan, shocking banget buat para orangtua yang hadir.
Pemaparan awal tentang kesalahan-kesalahan komunikasi orang tua pada anak, bicara terlalu cepat,
bicara terlalu banyak, (ngomel) yang tidak perlu, tanpa sadar berbohong, mengkritik, mengenggurui, dll.
Komunikasi yang salah mengakibatkan anak jadi BLAST. Jiwanya jadi kosong, ga pede, pemarah, dendam sama orang tuanya sendiri.
Beliau ngasih contoh kasus anak kecil yang ngadu ke gurunya, "Bu, kalau aku bunuh ayahku boleh ga? Aku dosa ga?". Ternyata si anak merasa selalu disalahkan dan didikte orang tuanya.
Nah, anak-anak yang BLAST ini adalah sasaran empuk buat pengusaha p0rnografi karena rata-rata dari mereka pasti akan cari pelampiasan. Sekarang masuk ke bagian industri p0rnografi. Target market utama mereka adalah anak laki-laki. Kenapa laki-laki? Karena mereka lebih mudah fokus dan hormon testosteron mereka lebih tinggi daripada perempuan. Setiap tahun pebisnis p0rnografi rapat dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk merencanakan strategi pemasaran yang baru.
Alih-alih mengembangkan produk, mereka memilih untuk 'investasi masa depan' pada anak-anak. Target mereka adalah anak laki-laki yang terpapar p0rnografi, kalau sudah 33 sampai 35x mast****si berarti sudah bisa dipastikan akan menjadi pelanggan masa depan karena otaknya pasti sudah ketergantungan dengan p0rnografi (p0rn addiction).
Yang perlu diketahui, p0rn addiction jauh lebih merusak otak daripada drugs addiction. Terapinya pun jauh lebih susah. Drug addict bisa diterapi dengan detoxifikasi tapi p0rn addict harus dengan terapi dan butuh tekad dari yang bersangkutan. Dan kerusakan yang ditimbulkan sekali kita terpapar akan permanen. Paparan p0rnografi itu berjenjang.
Jadi ibarat sampah, pertama kali mungkin kita akan muntah-muntah nyium baunya. Tapi lama kelamaan, kalau kita nyium sampah (misal tukang sampah) kita akan terbiasa bahkan bisa makan di deket sampah (bahkan ada yang tinggal di TPS tho?)
Begitupun dengan p0rnografi, setiap levelnya anak akan semakin kebal dan anak butuh melihat yang levelnya lebih tinggi untuk bisa terangsang. Kalau melihat sudah ga 'ngaruh' lagi, mereka akan melakukan. Dan disini bencananya.
Kami dikasih contoh beberapa kasus mengerikan yang pelakunya anak-anak s3x addict. Ada audience yang curhat tentang tetangganya, anak kelas 6 SD yang 'ngerjain' adik kandungnya yg berusia 5 tahun. Sekarang si adik malah jadi ketagihan s3x.
Ada lagi anak 10 tahun yang meny*domi temennya pake SENDOK! (Ada games yang ngajarin anak-anak untuk menyodomi)
Contoh-contoh mengerikan lainnya. Anak-anak p0rn addict bisa dikenali. Ada ciri-cirinya. Dan pertanyaan mereka luar biasa.
Kalau anak normal keponya cuman "s3x itu apa?". "Bayi itu berasal dari mana?".
Anak-anak p0rn addict akan bertanya, "Bagaimana cara memasukkan p***s ke dalam v****a?". Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terlalu vulgar.
Bahkan ada istilah-istilah yang audience aja ga tahu itu apa. Kalau anak sudah 33-35x mast****si, hampir bisa dipastikan akan terjadi incest. Atau dia akan melampiaskan pada temennya di sekolah. Dan itu kasusnya BANYAK. Jadi usia 7 tahun saudara laki-laki dan perempuan tidurnya udah harus dipisah. (Tahu kan kasus anak umur 11 tahun yang memperkosa 2 adik perempuan dan IBU KANDUNGnya karena selalu tidur 1 ruangan dengan mereka?)
80% kasus pelecehan terjadi di rumah sendiri/rumah keluarga dekat (rumah nenek pas ngumpul keluarga) dan sekolah. Nah, disitulah bibit awal pedofilia dan LGBT.
Semuanya saling berkaitan.
Sekarang tentang media, film. Terutama yang asalnya dari Amrika yang dicontohkan film Breaking Dawn sama Fifty Shades of Grey. Games-games cowok dan games cewek (The Sims4).
Video klip contohnya Nicky Minaj (yang ngajarin or*l s3x) bahkan kata Bu Elly, kalau anak anda disuruh makan sosis malah muntah, berarti dia udah nonton video klipnya dan Miley Ciyrus (wrecking Ball).
Tontonan lainnya ada Glee (udah jelas lah ya misi LGBTnya), komik, spongebob (kami dikasih liat scene spongebob ciuman sama patrick), stiker LINE, K-Pop (diliatin foto 2 cowok K-Pop idol lagi ciuman bibir di panggung) dan situs (ada situs LGBT bahkan untuk anak-anak).
Bu Elly nangis di panggung, beliau curhat sama kami bahwa pemerintah seolah tutup kuping sama kejadian ini. Beliau sudah menawarkan reset dan mendatangi kementerian-kementerian terkait untuk sosialisasi p0rn awareness. Tapi ga pernah digubris.
UU p0rnografi pun ga ada penerapannya (kayak ga ada). Bahkan terakhir beliau diskusi dengan Ibu Jokowi tapi yang bikin kecewa justru bersamaan dengan seminar kami, Ibu negara malah kampanye kanker serviks (sudah booming karena si jupe kena).
Ga ngerti implementasinya sampe atau nggak ke masyarakat. Makanya ayo jadi penggerak di unit kerja kita masing-masing. Pemerintah itu seharusnya membentengi masuknya bencana ke Indonesia bukannya memfasilitasi.
Ekspresi harus bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau dibiarin bebas, akhirnya orang jadi liar. Itulah kenapa harus ada aturan. Sebenernya yang pikirannya tertutup justru seniman Indonesia.
Pikirannya hanya terfokus pada gimana sih pemerintah!
Gimana sih umat Islam nih ga kompromis! Padahal harusnya mereka lebih DEWASA dalam berpikir. Ga pragmatis.
Orang Indonesia itu ga semuanya adult. Di sini juga ada anak-anak. Mereka belum ngerti mana yang harus diikuti, mana yang nggak. Di situlah peran kita melindungi mereka.
Kita semua punya tanggungjawab moral. Termasuk seniman.
Hal yang mengejutkan adalah isi sambutan founder salingsapa.com(penyelenggara). Beliau bilang, "Saya punya kenalan beberapa pemilik stasiun tv swasta. Salah satunya yang ada di kebon jeruk. Saya kaget, ternyata rata-rata dari mereka pada ga punya tv. Ketika saya tanya alasannya (sama pemilik stasiun di kobon jeruk), beliau bilang, "Saya sudah tahu bahwa produser itu mengejar rating. Sekarang, program tv itu pure A BUSINESS. Jadi mereka akan menayangkan apapun yang menarik minat masyarakat sehingga rating naik. Kalau rating naik, otomatis iklan berdatangan"
Mereka aja ga membiarkan anak mereka nonton tv. Dan kita masih membiarkan anak-anak kita nonton? Jadi intinya, kita semua punya peran untuk menanggulangi krisis moral di Indonesia. Karena dampaknya jangka panjang dan krusial. Ketika nanti kita jadi pejabat, jadi pengambil keputusan, pelajari baik-baik apa yang mau kita putuskan. Karena tanggungjawab kita besar. Sekarang, tugas kita adalah merintis perubahan positif di unit kerja masing-masing.
Ajak diskusi orang-orang yang masih satu visi, orang-orang yang masih punya passion untuk memperbaiki carut-marut negara ini.
Kalimat terakhir paparannya Bu Elly Risman, "Ayo Bergerak Bersama. Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya p0rnografi".
Sorry, just sharing. Karena kita ga bisa kerja sendiri. Butuh KAMU... 
IYA KAMU... 
Butuh KAMU buat ikutan. Semoga kita bisa merintis perbaikan. Semoga negeri ini jadi lebih baik nantinya.