Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2016

Alhamdulillah sebulan sudah istiqomah berhijab syar'i, bisa mengajar iqro, membaca Alquran, rajin mengaji, rutin kajian.


Bismillah..
Sebulan sudah mualaf Fitriya Zuhdah (d/h Melissa Oentoro) berhijab coklat sebelah AA Gym, mondok bersama 40 mualaf akhwat di Daarut Tauhiid, Bandung.
Alhamdulillah sebulan sudah istiqomah berhijab syar'i, bisa mengajar iqro, membaca Alquran, rajin mengaji, rutin kajian.
in syaa Allah besok Ahad siang dibulan Rajab ini akan Ijab dengan ikhwan fillah kita bernama Dennis Yudha Lesmana (baju koko putih sebelah saya).
In syaa Allah bisa menjadi imam yang baik, meski hitam kulitnya tapi putih hatinya, muslim yang sholeh dan sepadan dengan Fitriya Zuhdah.
Ma syaa Allah.. pernikahan ini adalah bukti cinta Alloh melebihi cinta ibu pada anaknya, dan tiada balasan dari mencintai dan menikah karena Allah selain ridho Allah dunia dan akhirat.
Pernikahan adalah ibadah yang dilandasi niat suci, kebulatan tekad, doa dari keluarga dan sahabat agar halal hidup bersama dengan rukun harmonis dan bahagia.
Keduanya wajib menjunjung tinggi hak dan kewajiban masing -masing, saling cinta, saling kasih mengasihi, saling menghormati dan memuliakan, saling mengingatkan untuk selalu taat dan beribadah kepada Allah sesuai tuntunan Rasulullah. Menikah untuk bersama menuju jannah..
Banyaknya masalah bukan halangan untuk menikah, yakin Allah akan tolong dan cukupkan in syaa Allah rumah tangga yang menikah karena Allah itu sakinah, mawadah dan rohmah.. semoga kita semua dimudahkan Allah mewujudkan keluarga bahagia dalam kehidupan Islami..
Semoga pernikahan ini bisa menjadi ikhtiar dan bukti ketaatan pada Allah, membangun rumah tangga demi menjaga amanah Allah dan menyempurnakan separuh agama demi taqwa, bukan menikah karena fisik, bukan karena harta, bukan karena kedudukan atau alasan dunya lainnya..
Syukron jazakumullah khair wa barakallahu fiikum ikhwah fillah khususnya keluarga besar Mualaf Center Indonesia, keluarga besar Majelis Dzikir Az Zikra dan keluarga besar Daarut Tauhiid juga semuanya yang tidak bisa saya sebutkan semua namanya disini. Semoga Allah balas kebaikan antum dengan kebaikan yang berlipat pula.
camkanlah hadits Imam Thabrani ini:
bahwa siapa menikah karena kedudukan maka Allah menambah kerendahan baginya
siapa menikah karena harta maka Allah menambah kemelaratan baginya
siapa menikah karena keturunan maka Allah menambah kehinaan baginya.
Karenanya mari segerakan menikah untuk meraih cinta Allah karena menjalankan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, mendapat keturunan yang shalih dan mendoakan kita juga meneruskan ibadah kita pada Allah sesuai tuntunan dan teladan Nabi Muhammad, menjaga dari perbuatan keji dan zina, melahirkan mujahid mujahidah, mewujudkan rumah tangga sakinah mawaddah dan rohmah dalam keterbatasan kelemahan dan kekurangan kita..
Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda,"menikahlah karena aku akan membanggakan kamu dihadapan umat umat yang lain nanti di hari kiamat."
Kita doakan bersama pasangan ini:
Allahumma, ya Allah berkatilah keduanya dengan hidup yang penuh kebahagiaan dunia dan akhirat, jadikan mereka keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Rahmah, anugerahkan keduanya keturunan yang saleh, yang beribadah dan berbakti hanya kepada-Mu serta jauhkan dari azab neraka. Aamin
sekiranya berkenan silakan ikhwah fillah di Bandung hadir di akad nikah ini.. Barakallahu fiikum..

https://web.facebook.com/kristiantohanny/posts/1708391202779636

Kamis, 07 April 2016

“Mas, Pilih Aku atau Ibumu!”



Betapa bahagianya laki-laki dalam kisah ini. Atas doa dari ibu dan kesungguhannya dalam berusaha, dia berhasil menggapai kondisi kehidupan yang mapan. Rumah luas dan nyaman, pekerjaan mapan dengan gaji melimpah, fasilitas serbamewah mudah dinikmati, dan kemudahan-kemudahan lain yang tak terhitung.
Bahagia semakin lengkap saat dia berhasil menikahi seorang perempuan cantik jelita. Benar-benar membanggakan. Wanita itu merupakan idaman bagi banyak orang lantaran pesona kecantikan yang terpancar darinya.
Setelah menikah, laki-laki ini menempatkan istri dan ibunya dalam satu rumah. Sang ibu sudah tidak punya siapa-siapa kecuali anak laki-lakinya itu.
Berharap bertambah bahagianya, sang istri justru sering bermasalah dengan ibunya. Banyak pertengkaran, mulai yang kecil hingga besar. Banyak ketidakcocokan dan persoalan-persoalan lainnya. Beruntung, si laki-laki bisa bersabar dengan terus menasihati istrinya.
Puncaknya, sang ibu menderita penyakit. Sang anak bergegas menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Rupanya, sang ibu divonis gila. Tentu saja, sang istri tidak mau berkmpromi.
Dengan kesombongan yang bersemayam di hatinya, sang istri dengan berani mengatakan, “Mas, pilih aku atau ibumu. Jika pilih ibumu, ceraikan aku. Jika pilih aku, tinggalkan ibumu.”
Mulanya, sang laki-laki tidak menggubris. Sang ibu masih berada di rumahnya sembari berobat jalan. Hingga pada suatu malam, atas desakan nafsu setan yang senantiasa dibisikkan oleh istrinya, sang laki-laki bertindak konyol.
Ketika hujan deras, dingin, dan gulita yang menyergap, laki-laki ini menuntun ibunya ke atap rumah. Baru berapa langkah di atap, sang laki-laki mendorong ibunya hingga terjatuh ke tanah. Meninggal seketika itu juga.
Keesokan harinya, tanpa merasa bersalah, sang laki-laki mempersiapkan upacara besar-besaran. Dengan sedih yang dibuat-buat, dia menerima banyak ucapan bela sungkawa dari sahabat-sahabat dan rekan bisnisnya. Dia merasa lega, padahal ada keburukan yang siap menerkamnya.
Tak lama setelah kejadian itu, sang laki-laki jatuh sakit. Bukan kebetulan, dokter mengatakan bahwa dia menderita penyakit gila. Sang istri mengalami pusing dan sedikit mengurus suaminya di rumah. Hingga suatu malam, terjadilah apa yang pernah dia lakukan kepada almarhumah ibunya.
Dia berjalan seorang diri saat hujan, dingin, dan sergap gulita menuju atap tempat dia menjatuhkan ibunya. Dia benar-benar melalui tempat yang sama, lalu menjatuhkan dirinya ke tanah hingga meninggal dunia.
Sungguh, siksa akan disegerakan jika seorang anak berlaku durhaka kepada ibu atau orang tuanya. Siksa akan diberikan ganda, di dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Senin, 04 April 2016

Tujuh Puluh Ribu Malaikat Memohon Ampunan Bagi Pembaca Surat Ini



Umat Islam diperintahkan agar selalu berpegang teguh kepada Alquran. Setiap kalimat-kalimat yang ada pada kitab suci tersebut, merupakan perkataan Allah SWT yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Di dalamnya terdapat 114 surat dengan kandungan dan makna yang begitu dalam. Tidak hanya itu, masing-masing surat dalam Alquran juga memiliki keutamaan masing-masing. Seperti pada salah satu surat berikut ini.

Berdasarkan hadist Nabi, pembaca surat ini akan dimohonkan ampunan dari tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh sebuah kehormatan bisa mendapat doa dari makhluk Allah yang sangat taat tersebut. Lantas surat apakah yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Baca juga: Tanda Orang yang Meninggal dengan Khusnul Khatimah

Surat yang bisa dibaca untuk mendapatkan keistimewaan tersebut adalah surat Ad-Dukhoon. Surat ke-44 ini turun di Kota Mekkah dan memiliki 59 ayat. Ad Dukhoon memiliki arti kabut asap, karena di dalamnya banyak menceritakan tentang asap.

Hadist tentang keutamaan surat ini berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya

"Barangsiapa membaca Ad-Dukhoon (QS.44) pada suatu malam, maka tujuh puluh ribu malaikat memohonkan ampun baginya." (HR Tirmidzi).

Baca juga: Lakukan Amalan Ini Agar Dapat Pahala 100 Orang Mati Syahid

Hamba yang dimuliakan Allah SWT ini mendoakan manusia agar mendapat ampunan dari Allah. Mereka tidak akan memberikan syafaat kecuali kepada orang-orang yang diridhai Allah. Mereka beristigfar agar orang-orang yang beriman diampuni kesalahan dan dosanya kepada Allah.

”Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Rabb) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabb-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang , “ (Qs. Asy-Syura : 5 ).

Doa dan istigfar dari malaikat ini merupakan kasih sayang mereka terhadap manusia. Istighfar para malaikat lebih kuat dikabulkan karena mereka mendoakan dari tempat yang tidak dilihat dan tidak diketahui manusia yang didoakannya.

Baca juga: Kenali Ciri Wanita yang Salatnya Tidak Diterima Allah

Dan doa semacam ini, dalam hadits shahih, lebih kuat dikabulkan. Ini tidak lain, karena malaikat melihat dosa-dosa yang dilakukan manusia dan mereka juga tahu dampak buruk akibat dari dosa-dosa tersebut. Sehingga istighfar untuk kaum mukminin yang lebih dahulu mereka lakukan, kemudian doa-doa kebaikan untuk mereka.

Namun demikian, adanya keistimewaan dalam sebuah surat bukan berarti surat lainnya tidak utama. Keistimewaan adalah kelebihan namun bukan berarti satu surat lebih rendah daripada surat lain. Karena sejatinya, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita agar mempelajari seluruh Alquran, bukan surat-surat tertentu saja.

Minggu, 03 April 2016

Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal



Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Baca juga: Rahasia Shalat Tahajjud

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini? 

Baca juga: Heboh! Beredar Buku SD: Wanita Boleh Jadi Pezina untuk Hidupi Keluarga

1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat? 

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak. 

Baca juga: MENGAPA Penting Memijat Kaki sebelum Tidur? INI PENJELASANNYA!

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan  hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.

Jumat, 01 April 2016

Masih Malas Dzikir? Kisah Ini Akan Membuat Anda Tercengang



Sungguh aneh makhluk bernama manusia ini. Maunya banyak, tapi malas melakukan ibadah. Jangankan yang sunnah-tidak berdosa jika ditinggalkan-bahkan yang wajib pun sering ditinggalkan dengan satu dan banyak alasan.
Lebih aneh lagi jika manusia itu beragama Islam, namanya islami, dan hidup di lingkungan mayoritas Muslim. Namun, apa yang dia lakukan jauh dari apa yang diajarkan oleh Islam yang mulia.
Dzikir, misalnya, menjadi satu dari sekian banyak ibadah yang jarang dilakukan oleh kebanyakan kaum Muslimin. Padahal, dzikir tidak seperti shalat yang harus dikerjakan di waktu-waktu tertentu dan batal jika dikerjakan di luar masanya.
Dzikir juga berbeda dengan puasa yang harus dilakukan sejak fajar hingga matahari terbenam, dalam rentang waktu yang panjang-hitungan jam atau puluhan jam. Dzikir bisa dikerjakan kapan saja, bahkan jika hanya dilakukan dalam dua menit yang kita miliki atau kurang dari itu. Boleh terputus, tidak harus disambung terus menerus.
Dzikir juga berbeda dengan haji. Jika hendak berhaji, kita harus memiliki uang puluhan juta, fisik yang sehat, dokumen seabreg, dan syarat lainnya bahkan waktu yang lama-berhari-hari hingga hitungan bulan.
Tapi, begitulah manusia. Penuh salah, sarat keliru, tidak ada yang menjamin surga baginya, tapi malas-malasan dalam melakukan berbagai jenis ibadah yang wajib atau sunnah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali, sahabat mulia Muadz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu senantiasa membaca tasbih sebanyak 10 ribu setiap hari sepanjang usianya.
Sahabat mulia Abu Hurairah yang paling banyak meriwayatkan hadits juga senantiasa membaca tasbih, berdzikir kepada Allah Ta’ala, sebanyak 12 ribu setiap hari. Jika dibagi rata tanpa tidur, dalam satu jam beliau meluangkan waktunya untuk bertasbih sebanyak lima ratus kali hingga selesai 12 ribu kali dalam dua puluh empat jam.
Lebih banyak lagi, ada nama Imam Khalid bin Ma’dan. Dikisahkan oleh Dr ‘Aidh al-Qarni, Imam Khalid bin Ma’dan senantiasa membaca tasbih sebanyak 100 ribu kali dalam sehari.
Sungguh, kita memiliki banyak teladan dalam hal ibadah dzikir ini. Ada begitu banyak orang-orang shalih dari kalangan sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in, dan ulama Rabbani yang senantiasa memanfaatkan waktunya untuk menyebut, memuji, dan mengagungkan nama Allah Ta’ala.
Jika tiga nama dalam kisah ini saja amat sukar disaingi, tidakkah kita merasa malu?
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Rabu, 30 Maret 2016

9 Manfaat Tidur Menghadap Ke Kanan Seperti Sunnah Rasul

9 Manfaat Tidur Menghadap Ke Kanan Seperti Sunnah Rasul


Tahukah kalian kalo tidur menghadap ke kanan ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan loh. Rasulullah SAW pun menganjurkan untuk tidur berbaring dan bertumpu pada sisi tubuh bagian kanan. Ternyata anjuran rasulullah ini memiliki banyak dampak positif untuk tubuh dan bisa menguntungkan kita loh, apa saja ya efek positif tidur menghadap kanan bagi kesehatan? 



                                     Content Image


Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya.

Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).



                                         Content Image

Posisi tidur kesebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.



                                          Content Image


Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.

Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.


Content Image


Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.



Content Image

Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.


Content Image

Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika sudah penuh, akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.


Content Image

Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki menempati posisi paling bawah. Dan aliran darah di kaki untuk kembali cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang


Content Image

Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik



Content Image

Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.

Sumber: Berita Islam

Rabu, 23 Maret 2016

5 Pertanyaan Ini Sering Diajukan Misionaris Untuk Memurtadkan Umat Islam


Dr Zakir Naik mengungkapkan bahwa jumlah misionaris saat ini mencapai satu juta orang. Di antara mereka, ada yang tugasnya berkeliling untuk mendangkalkan aqidah umat Islam. 

Salah satu caranya, memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan Pertama


“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?” 

Pertanyaan Kedua


“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu. Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Pertanyaan Ketiga


“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?” 

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Pertanyaan Keempat


“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”

“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Pertanyaan kelima


“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup” 

“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat banyak muslim yang tidak memahami Al Quran menjadi bingung. Namun, sebenarnya semuanya hanya pertanyaan licik misionaris. Jawabannya sudah ada dalam Al Quran.